Sistem Informasi Geografis
Bencana Alam

Platform monitoring dan response real-time untuk semua jenis bencana alam di Indonesia

6
Total Bencana
28
Korban Jiwa
625
Rumah Rusak
6
Lokasi Terdampak

Fitur Unggulan

Platform terintegrasi untuk manajemen bencana alam

Peta Real-time

Visualisasi lokasi bencana pada peta digital dengan update real-time dan marker interaktif

Database Terstruktur

Data bencana tersimpan di database PostgreSQL/PostGIS untuk akurasi dan keamanan data

Filter & Pencarian

Cari dan filter data berdasarkan jenis, lokasi, dan tanggal bencana dengan mudah

Analitik & Statistik

Dashboard dengan grafik dan statistik komprehensif untuk analisis tren bencana

Alert System

Sistem peringatan otomatis saat terjadi bencana baru di wilayah tertentu

Responsif Mobile

Akses informasi bencana dari smartphone dengan tampilan yang optimal dan cepat

Cara Kerja Platform

Proses monitoring bencana alam yang terstruktur

1

Data Input

Data bencana masuk ke sistem dari berbagai sumber yang terverifikasi

2

Verifikasi

Data diverifikasi oleh tim ahli untuk memastikan keakuratan informasi

3

Visualisasi

Data ditampilkan pada peta dengan marker dan informasi lengkap

4

Respons

Tim respons dapat langsung mengambil tindakan berdasarkan informasi

Mengapa DisasterWatch GIS?

DisasterWatch GIS adalah platform SIG yang dirancang khusus untuk monitoring dan response bencana alam di Indonesia. Dengan teknologi terkini dan user interface yang intuitif, kami membantu masyarakat dan pemerintah untuk lebih cepat dalam mengidentifikasi dan merespons bencana alam.

  • Teknologi GIS dan PostGIS terdepan
  • Data real-time dari berbagai sumber
  • Interface user-friendly dan responsif
  • Skalabilitas dan keamanan data terjamin

Jangkauan Nasional

Meliputi seluruh wilayah Indonesia dengan pembaruan data yang konsisten dan real-time

Siap Memantau Bencana?

Mulai gunakan DisasterWatch GIS sekarang untuk monitoring bencana yang lebih efektif

Statistik Bencana Terkini

Data dari bulan Mei 2026

3
Kasus Banjir
2
Kasus Gempa
1
Kasus Longsor
1
G. Merapi Aktif